28 November 2008

Rangkuman tentang Pengobatan Alamiah

Assalamu 'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillahi Rabbil 'aalamiin

Was-shalatu wassalamu 'ala Asyrafil Anbiya-i wal Mursalin, Syifa-in wa Thibbin likulli daa-in wa suu-in; sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi wa man tabi'ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddiin. 

Berikut beberapa resep pencegahan dan pengobatan penyakit yang disarikan dari berbagai suhbat tertulis/langsung dari Mawlana Syekh Nazim 'Adil Al-Haqqani QS, Mawlana Syaikh Hisyam Qabbani QS, Mawlana Syekh 'Adnan Qabbani QS, as-Syekh 'Abdul Hamid, as-Syekh Sharif, as-Syekh as-Sayyed Nurjan Mirahmadi.

Insya Allah, dapat dilakukan dan dipraktikkan oleh SIAPA PUN yang pernah ber-BAY'AT pada Mawlana Syekh Muhammad Nazim Haqqani Rabbani QS atau Khalifah dan wakil beliau.

Untuk pencegahan penyakit:
1. Sadaqah secara dawam, sekalipun sedikit.  Dengan menyediakan kotak khusus, dan sadaqah setiap hari, atau setiap pagi dan sore.
2. Resep tertentu penjagaan kesehatan: campuran bawang putih, bawang bombay, jahe, dan madu yang dapat diminum tiap hari; atau sebagai teh.
3. Mendawamkan istighfar dan salawat
4. Memasak makanan dalam keadaan berwudu' dan diiringi istighfar dan salawat; serta tidak dalam keadaan marah
5. memulai dan mengakhiri sesi makan dengan garam
6. memulai makan dengan membaca doa makan Naqsybandi:

Asy-hadu anlaa ilaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh

Astaghfirullaahu 'l-'Azhiim (3x)

Fa in tawallaw faqul hasbiiy-Allaahu laa ilaaha illa Huuw 'alayhi tawakaltu wa Huuwa rabbu 'l-'arsyi 'l-'Azhiim [QS 9:129]

Ila syarafi 'n-Nabii shall-Allaahu 'alayhi wa sallam, wa aalihi wa ash-haabihi 'l-kiraam wa ila arwaahi abaa'ina wa ummahaatinaa wa hadharati ustaadzinaa wa ustaadzi ustaadzinaa wa 'sh-shiddiiqiiyyiin al-faatiha. 

Menurut Syekh Shi'ir di Inggris, bisa pula dibaca ayat tsb 11x; dan insya Allah bahkan seandainya makanannya beracun pun tidak akan mempengaruhi tubuh kita.

7. Mengakhiri makan dengan doa Naqsybandi.... 

Alhamdulillaahi 'lladzii at'amanaa wa saqaanaa wa j'alanaa muslimiina. Alhamdulillaah hamdan yuwaafi n'imahu wa yukaafi maziidahu kamaa yanbaghii li-jalaali wajhika 'l-'azhiim yaa Allah, n'ima jaliilullah, barakat khaliilullah, syafa'at yaa Rasuulullah SAW.  Allaahuma 'krim shaahib hadzaa-t-t'am wa'l-aakiliin. Allaahuma zid walaa tuqallil ila syarafi 'n-Nabii shall-Allaahu 'alayhi wa sallam, wa aalihi wa ash-haabihi 'l-kiraam wa ila arwaahi abaa'ina wa ummahaatinaa wa hadharati ustaadzinaa wa ustaadzi ustaadzinaa wa 'sh-shiddiiqiiyyiin.

Rabbanaa taqabbal minna bi-hurmati sirri suuratu 'l-fatiha

8. Dengan berbekam, mengeluarkan darah.
9. Dengan diet tertentu, misal kurangi memakan daging, telur, kecuali pada hari tertentu dalam satu minggu untuk menjinakkan ego kita.  Dan perbanyak makan sayuran atau buah-buahan.


Untuk Pengobatan Penyakit diri sendiri atau pada orang lain:

1. Bersadaqah ekstra.  Boleh dengan niat khusus disertai doa agar Allah Ta'ala menyembuhkan diri kita, atau menyembuhkan orang yang kita sayangi.  Lebih utama, bila dalam bersadaqah dikombinasikan pula dengan tawassul.  Niatkan untuk menghadiahkan pahala sadaqah tersebut pada Rasulullah shallAllahu 'alayhi wasallam dan para Awliya' khususnya Masyayikh Naqsybandi, wa bil khusus Mawlana Syekh Nazim QS; dan memohon pada Allah SWT agar demi kehormatan mereka, Allah Ta'ala menyembuhkan fulan atau fulanah yang sakit.

Sangat utama, bila hal ini dapat kita lakukan bagi saudara atau sahabat kita secara rahasia, untuk kesembuhannya.

2. Qurban.  Menyembelih kambing, dengan niatan agar Allah ta'ala menyembuhkan fulan/fulanah atau diri kita yang sakit.  Lebih utama lagi [lebih adab], tidak langsung, melainkan di-ihda'-kan terlebih dahulu pahala sembelihan tersebut pada Hadirat Nabi shall-Allahu 'alayhi wasallam, pada Ahli Bayt, Sahabat, serta Masyayikh Naqsybandi, khususnya Grandsyekh 'Abdullah Daghestani QS dan Mawlana Syekh Nazim QS dan para khalifah beliau. Kemudian memohon Allah Ta'ala lewat perantaraan mereka, kesembuhan bagi diri atau orang
lain yang sakit.

Dalam kasus khusus tertentu, dapat ditambahkan ihda'-nya.  Misalnya bila yang sakit adalah anak perempuan, atau terkait dengan kelancaran kelahiran ibu, ihda' dapat ditambahkan pada Sayyidah Nafisah at-Tahirah QS [seorang Wali perempuan terkenal, guru Imam Syafi'i rahimahullah], dan atau Sayyidah Rabi'ah al-Adawiyah, dan atau Sayyidah Maryam RA.

3. Resep nomor 2 dalam bagian pencegahan penyakit di atas dapat pula digunakan untuk pengobatan dan pemulihan kondisi tubuh.

4. Muraqabah untuk Pengobatan diri maupun orang lain:
Setelah wudu' melakukan Muraqabah seperti biasa:
a. Syahadat 3x
b. Istighfar 100-200x
c. Membaca "Madad yaa Sayyidii Madadil-Haqq Mawlana Syekh Nazim 'Adil Al-Haqqani" 100-200x sambil meniatkan menghadirkn Mawlana Syekh Nazim QS. Pada hakikatnya beliau selalu hadir dengan kita, namun kitalah yang lalai. Visualisasikan Mawlana Syekh Nazim QS di hadapan kita, atau 'menyatu' dengan kita. 
Lalu melakukan Muraqabah Fisik:

d. Saat menghirup napas, 'rasakan aliran napas lewat hidung kita menuju paru-paru', niatkan mengambil napas suci dari napas Mawlana Syekh Nazim 'Adil Al-Haqqani QS, mengambil energi penyembuhan dari beliau, sambil diiringi zikir dalam hati "HUU... HUU...HUU". 

e. Tahan napas di paru-paru dada [di lima lathaif dada], yang menyimbolkan "Pohon kehidupan" di Sidratul Muntaha, sambil berniat untuk menyatukan energi penyembuhan spiritual dari Mawlana Syekh dengan seluruh sel-sel tubuh kita, atau dengan sel-sel tubuh orang lain, sambil merasakan denyut jantung, dan berzikir dalam qalbu "HAQQ... HAQQ... HAQQ..." [sama atau lebih lama dari waktu zikir HUU]. Allah Ta'ala berfirman "Wa Qul Jaa-al Haqqu wa zahaqa l-Baathil.  Innal Baathila kaana zahuuqan"  "Dan katakan telah datang yang HAQQ dan hancurlah kebatilan.  Sesungguhnya yang batil akan hancur". Kita niatkan aga Haqq yang kita rasakan dari hirupan napas suci Sulthanul Awliya' dapat menghancurkan penyakit-penyakit bathil dalam tubuh kita atau orang lain.

CATATAN: bila digunakan untuk penyembuhan pada orang lain, gunakan tangan kita untuk penyaluran energi HAQQ tersebut, baik dengan menempelkannya ke bagian tubuh yang sakit ataupun dengan memakai jarak (khususnya bila kita mencoba mengobati lawan jenis yang non-mahram). Sebelum muraqabah, aktifkan terlebih dahulu energi Asmaul Husna dan energi 19 Malaikat [dari ayat Quran "'alayhaa tis'ata 'asyar], dengan menggosok-gosok kedua tangan seperti saat melakukan wudu' [lihat website Syekh Nurjan tentang cara menggosok tangan ini: www.nurmuhammad.com]. 

f. Keluarkan napas lewat mulut, sambil berzikir dalam qalbu, "HAYY...HAYY...HAYY..." dengan lama zikir seperti saat menghirup napas.  Saat mengeluarkan nafas, niatkan mengeluarkan segala penyakit maupun sel tubuh yang mati, dan mengembalikannya ke hadirat Mawlana Syekh, ke hadirat Rasul, ke Hadirat Allah... termasuk dengan niat mengembalikan segala dosa [TAWBAT - TUUBA- TAWWAB] yang mungkin menjadi sebab dari penyakit tersebut. Didasarkan dari firman Allah Ta'ala: "Innaa Lillaahi wa innaa ilayhi raaji'uun" "Sugguh kita milik/bagi Allah SWT dan sungguh kepada-Nya kita kembali".  Kembalikan semua masalah pada Allah SWT lewat hirarki yang sudah Dia tetapkan di alam sebab-akibat ini; yaitu lewat Rasul-Nya dan Awliya'-Nya.

Niatkan pula, dengan zikir "HAYY.." tersebut, agar Allah Ta'ala menyehatkan dan menghidupkan jasmani dan ruhani kita dengan energi HAQQ yang kita hirup dari Mawlana Syekh Nazim QS tadi.


DUA METODE PERNAPASAN TIGA-LANGKAH:
dalam bernafas tiga-langkah, yaitu hirup-tahan-hembus, ada dua metode pernapasan: 

(i) Pernapasan kasar atau (YANG), menghirup menahan dan membuang napas dilakukan dengan hentakan langsung, hingga keluar masuk udara itu terdengar; 

(ii) Pernapasan halus (YIN), hirup napas dengan lembut, perlahan dan dalam tanpa suara, kemudian tahan dengan perlahan pula tanpa suara, dan dihembuskan dengan perlahan tanpa suara pula.

Pernapasan kasar lebih untuk pengobatan jangka pendek (misal mengurangi rasa sakit), pada bagian yang nampak dan bersifat fisik; sedangkan pernapasan halus untuk pengobatan jangka panjang, perbaikan tubuh secara lebih berkesinambungan dan yang internal.

5. Jangan lupa berdoa dan saling mendoakan.  Dan meyakini hanya Allah Ta'ala semata lewat wasilah Rasul dan Awliya'-Nya-lah yang menganugerahkan kesembuhan.


Semua usaha di atas semata sebagai metode memohon kesembuhan hakiki tersebut. Dan mesti pula sadar bahwa tidak semua penyakit adalah buruk. Beberapa dikaruniakan Allah Ta'ala untuk menghapus dosa kita atau dosa mereka yang bebannya kita tanggung [sanak saudara, kakek/nenek moyang, keluarga, teman dlsb.]; dan beberapa dikaruniakan Allah Ta'ala untuk memberikan hikmah dan hal-hal lain yang tak dapat diperoleh tanpa sakit tersebut.

Wallahu A'lam bissawab.

Wassalamu 'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

[email dari Sh.DvD] 

1 komentar:

myrazano mengatakan...

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam kenal dari saya, semoga blog saya yang pertama yang berbayar ini bisa menambah khasanah pemikiran dan wawasan ke-Islam-an kita semua terutama tentang salawat nabi yang sekarang sedangjadi bahasan dalam blog saya

Dan selamat hari raya Idul Adha 1429 H
Semoga Allah Memberkahi kita semua

Amin